Desa Dusun Tua

Sekolah Sawit Untuk Pengelolaan Berkelanjutan

jpnn.com, PELALAWAN - Sebagai salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO), Asian Agri berbagi ilmu bersama masyarakat dengan mendirikan Sekolah Sawit Lestari.

Program Sekolah Sawit Lestari (SSL) ini diluncurkan di Provinsi Riau yang bekerja sama SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (20/12). Tujuannya, menyiapkan petani sawit generasi kedua yang akan mengelola kebun kelapa sawit secara berkelanjutan.

"Untuk menjadikan lingkungan perkebunan kelapa sawit yang lestari, kami memulainya dari pengetahuan di sekolah untuk dibagikan kepada siswa dan masyarakat," kataWelly Pardede, Head of Sustainability Operation & CSR Asian Agri dalam keterangan persnya, Rabu (20/12).

SSL merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Asian Agri, bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan formal di jenjang SD, SMP, SMA dan pemerintah daerah di sekitar perusahaan.

Program SSL memberikan pengetahuan dan meningkatkan keahlian siswa lewat muatan lokal kepada para siswa dan orang tua seputar pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Sekolah Sawit Lestari pertama kali diresmikan di Indonesia bekerja sama dengan SMAN 11 Batanghari, Jambi, pada tahun 2016.

"Kami berharap para siswa dapat mendukung orang tuanya untuk mengelola perkebunan lewat praktik terbaik, terlebih lagi, meneruskan kebun sawit orang tua mereka dengan pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni dan berwawasan lingkungan sebagaimana diuraikan dalam program Sekolah Sawit Lestari ini,” ujar Welly.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan, Zardewan menyambut positif kehadiran SSL. Dia mengatakan, inisiatif Asian Agri adalah sebuah contoh yang perlu diteladani bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk berbagi kepada masyarakat baik melalui bentuk pengetahuan maupun pembinaan.

"Ini akan sangat berguna bagi kami masyarakat Pelalawan yang warganya kebanyakan adalah petani kelapa sawit. Perkebunan sawit ini selanjutnya akan diteruskan oleh anak-anak mereka,” ujar Zardewan.

SMKN 1 Pangkalan Kerinci dipilih karena prestasi sekolah yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan Kabupaten Pelalawan. Selain dari banyaknya jumlah siswa, SMKN 1 Pangkalan Kerinci juga memiliki berbagai jurusan program studi, yang beberapa diantaranya berfokus dalam bidang perkebunan.

Materi dalam Sekolah Sawit Lestari memuat ilmu dan pengetahuan dalam bentuk teori dan praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berwawasan lingkungan. Para siswa akan diajarkan secara langsung dalam hal menanam, merawat, hingga memanen buah sawit secara optimal.

Kepala SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Nurasia M.Pd menyampaikan dukungan sekolah terkait keberadaan muatan lokal dari Asian Agri mengenai kelapa sawit.

“Selama ini kami hanya memberikan pengajaran di permukaan mengenai kelapa sawit. Dengan kehadiran pihak-pihak yang secara langsung mengelola perkebunan kelapa sawit dengan praktik-praktik terbaik, tentunya dapat memberikan ilmu yang lebih komprehensif dan dapat dimengerti oleh para siswa. Kami berharap program yang sejalan dengan program pemerintah yang menekankan pada keahlian praktikal ini dapat berguna dan bermanfaat bagi seluruh pihak, khususnya untuk para siswa untuk dapat menjadi sosok yang siap untuk masuk ke dunia industri setelah lulus dari sekolah,” kata Nurasia. (jpnn)

Share: